Aug 28 2009

Tutor’s Diary (1)

Published by arkhadi under Uncategorized

Hari ini materinya persamaan garis lurus (linier).

Untuk mengekspresikan persamaan garis lurus, bahasa matematika punya 3 bentuk persamaan.
(1) y = mx + k
(2) ax + by + c = 0
(3) (y - y1) = m(x - x1)

Tindak lanjut dari tabulasi soal UM UGM 2003-2008 kemaren (2009-nya belon dapet). Soal mengenai garis lurus ini selalu muncul satu soal sejak tahun 2005. Bahkan, tahun 2008 ada dua soal mengenai persamaan garis lurus ini.

Intinya cuma satu: PESERTA UJIAN DIUJI APAKAH MAMPU MEMBENTUK SEBUAH PERSAMAAN GARIS LURUS BILA DIKETAHUI TITIK P(Xp,Yp) dan GRADIEN m.

Untuk bisa membentuk persamaan itu setidaknya peserta harus bisa dan memahami bahwa bila suatu titik terletak pada suatu garis lurus, maka ketika dimasukkan dalam persamaan hasilnya sesuai (biasanya = 0)

Problem yang paling sering muncul, P(Xp,Yp) diketahui dalam bentuk pernyataan sebagai berikut “sebuah titik merupakan perpotongan garis q dan garis r”. Otomatis, peserta harus melakukan eliminasi (yang paling simpel setauku) kedua persamaan garis lurus tersebut untuk mendapatkan P(Xp,Yp).

ELIMINASI, adalah konsep kunci pertama untuk LINIER.

Lalu, biasa gradien diketahui dengan pernyataan “tentukan persamaan garis yang tegak lurus garis s”. Otomatis, bila persamaan garis yang dikehendaki kita namai garis l, peserta harus mengerti bahwa hasil kali gradien garis s dan gradien l sama dengan -1.

Bila garis s dinyatakan sebagai berikut: ax + by + c = 0 (dan biasanya begini)

maka gradien garis s (ms) = -a/b

dan gradien garis l menjadi b/a.

GRADIEN, adalah konsep kunci kedua untuk LINIER.

Setelah mendapatkan P(Xp,Yp) dan m, maka peserta diminta untuk membentuk persamaan garis lurusnya dengan menggunakan ekspresi

(y-Yp)=m(x-Xp)

masukkan saja nilai-nilai P(Xp, Yp) dan m, dan … tadaaa … ketemu jawabannya.

Untuk informasi, soal ini keluar pada UM UGM 2005 no.4, UM UGM 2006 no.5, UM UGM 2007 no.4 dan UM UGM 2008 no.8 dan no.7, dengan catatan no.7 sedikit berbeda namun bila sudah menguasai konsep2 di atas jadi tidak masalah.

That’s it for today ^_^

Bookmark and Share

No responses yet

Jun 06 2009

My Little Girl

Published by arkhadi under Uncategorized

Amazingly, Nana berkembang dengan begitu menakjubkan.

1 tahun 3 bulan … seorang batita yang namanya telah bertransformasi. Belajar mengucapkan nama-nama benda, belajar mengekspresikan emosi sekaligus belajar berempati kepada orang (atau lebih tepatnya: makhluk) lain. Belajar makan yang pintar, tanpa milih-milih makanan. Dan ini yang paling berat … belajar mandiri.

Ibunya sekarang jadi research assistant di S-2 KIA FK UGM, Bapaknya masih di tengah perjalanan dari 2 tahun S-2 Teknologi Pembelajaran PPs UNY.

Nana kecil sering ditinggal sendiri di rumah, tapi ya nggak literally sendiri ding. Ada mbak Suis yang sabar dan setia (tapi bentar lagi retire soalnya mau melahirkan), ada mbak-mbak dan tante-tante yang lain … tapi tetap saja aku ngerasa terlalu sering meninggalkan Nana.

Tapi … seorang Bapak yang baik adalah Bapak yang bisa meletakkan skala prioritasnya di tempat yang benar. Uff, ternyata berat di perasaan yah.

Semoga Nana kecil berkembang optimal. This is your golden ages my dear, be healthy, be happy and be fine. Semangat Tod!! heheheh

Bookmark and Share

No responses yet

Jun 04 2009

In the … of the dawn

Published by arkhadi under Uncategorized

Itu di judul ada titik-titiknya soalnya nggak bisa figuring out kata apa yang tepat.

Dan memang itulah yang sedang terjadi. Akhir-akhir ini aku sering tidak bisa mengeluarkan ide dengan cukup lancar. Kosakata jadi terbatas. Apakah karena berkutat sama tugas-tugas itu ya … kurang mengeksplorasi dunia lain.

Dulu kalo dini hari biasanya aku bisa nulis sesuatu yang cukup bisa nge-refresh soul energy-ku sendiri. Tapi hari hari ini yang kepikiran emang cuma kuliah dan bagaimana supaya bisa menyelesaikan kuliah sesuai target. Nothing else.

Kalo dulu bobot antara segitiga KIRPAD-hiddenleaf-kuliah itu berat di dua yang di depan, sekarang kayaknya berat ke kuliahnya. Sesuatu yang mungkin sudah seharusnya, tpai membuatku menjadi orang yang doing business as usual. Apakah karena sudah jadi bapak ya? Semakin tua, seseorang semakin membutuhkan konformitas.

O my … O my …

However, I won’t let it happen for so long.

Bookmark and Share

No responses yet

May 27 2009

Berasa Bodoh

Published by arkhadi under Uncategorized

Semester ini, overall ada sekitar 5 presentasi. 2 di antaranya di awal semester, dan aku masih pake PPT. dan 3 ketumpuk di akhir semester, which means minggu ini. Karena lagi semangat belajar Flash, aku presentasi pake Flash.

Tapi karena terlalu fokus pada membangun media yang aku gunakan, secara penguasaan materi malah lemah.

Pas denger komentar-komentar dari Pak Har (pas presentasi Pengembangan Kurikulum) berasa banget kalo’ ternyata secara teori aku juga harus banyak membaca dan menggali pengetahuan.

There will always deeper insight you can reveal.

Not yet enough to be a master.

Bookmark and Share

No responses yet

Apr 17 2009

Diary Maiyah 17 April 2009 (1)

Published by arkhadi under Uncategorized

gara-gara bikin teacher’s diary, trus dilanjut captain’s diary, trus laporan kunjungan … lha ini habis ada acara Maiyahan jadi gatel pengen nulis rekaman apa yang aku dapet dari Maiyahan 17 April 2009, duduk di pelataran dari jam8 malem sampe jam3 pagi … masak gak bawa oleh-oleh apa apa.

Kalo’ yang diary-diary itu aku simpen sendiri dan laporan kunjungan itu untuk pascasarjana, lha yang ini bolehlah di-share di fesbuk n frenster.

Maiyahan kemaren, seperti Maiyahan yang kemaren dulunya lagi, padat pengetahuan baru ngelmu baru.

tapi yang paling menarik adalah cerita Cak Nun tentang apa yang di-declare sama Raja Jepang, Hirohito setelah Hiroshima dan Nagasaki di bom atom:
1) Sang Raja mohon maaf atas kejadian itu
2) Sang Raja mengumumkan bahwa dia hanya akan makan nasi teri (nasi kucing?) sampai Jepang bisa bangkit dari keterpurukan, dan menghimbau agar rakyat Jepang mengikuti langkahnya
3) Sang Raja mendeklarasikan bahwa peran terpenting saat itu adalah peran para Guru. Jadi Sang Raja mengajak semua orang menghormati Guru dan menghimbau first class citizen-nya agar menjadi Guru.

heu.

Entah darimana Hirohito dapet ide itu, yang jelas dari sudut pandangku ada yang bisa diambil pelajaran: JIKA sebuah bangsa ingin maju, ada tiga syarat yang harus dimiliki baik itu elit penguasa ataupun rakyat biasa:
1) Jiwa Besar
2) Hidup Sederhana
3) Pendidikan Berkualitas
banyak bangsa telah membuktikan keampuhan ketiga syarat itu, termasuk diantaranya adalah Korea Selatan dan Turki Modern saat ini.

So kapan kita? kapan Anda? kapan saya … bisa punya ketiga nilai itu, tertanam dalam di dalam keseharian, menjadi akhlak -sesuatu yang tanpa perlu kita pikirkan kita melakukannya?

Sekarang.

Bookmark and Share

No responses yet

Apr 17 2009

Diary Maiyah 17 April 2009 (2)

Published by arkhadi under Uncategorized

Di setiap maiyahan selalu ada saja momen-momen ketika semua masalah hidup ini terlintas di benak saya dan seakan-akan saya laporkan ke Kanjeng Nabi, berkeluh kesah kepada beliau dan juga mewartakan kabar gembira seperti usia Najwa yang sudah menginjak satu tahun (sepertinya bukan informasi yang penting buat Kanjeng Nabi, tapi saya selalu ingin bisa melaporkan hal-hal “kecil” seperti ini seperti waktu dulu saya laporan kalo saya akhirnya lulus setelah 7 tahun … ). Momen-momen itu datang entah pada saat asyrakalan di akhir acara ketika semua sedulur maiyah merapal “Marhaban yaa nuuril ‘ainiiiieeeieeee … ” atau ketika disela-sela Kyai Kanjeng mengiringi shalawat seperti “Yaa imamar ruuuusli yaa sanadiiiiieeiiieeiii … Anta badrallooooohi muuuktamadi … fa bi dunyayaaaa wal aaaaaakhirotiiieeieeii … Yaa rasulallaaaaahhhi (dengan suara yang melengking-lengking) quthbi yadi”

Momen momen itu rasanya seperti Kanjeng Nabi menghampiri kerumunan “wong cilik” seperti kami kami ini yang sedang dirundung masalah dan mendengarkan keluh kesah kami juga laporan-laporan kami. Ndak usah dikasih solusi wis, didengerin Kanjeng Nabi Muhammad SAW saja kami sudah merasa plong.

Nah … momen itu kebetulan saya rasakan juga saat maiyahan 17 April 2009 ini. Yang pengen saya laporkan ya itu tadi, Najwa sudah satu tahun … saya pengen Najwa tumbuh jadi anak yang baik. Trus tumpukan tugas S-2 ples Tesis-nya juga terlintas … trus tentang saya dan istri saya, saya pengen rukun sampe tua dipangestoni Kanjeng Nabi … trus tentang istri saya yang pengen ndaftar jadi staf di IKM … trus tentang kesehatan bapak ibu … wah pokoknya macem-macem termasuk masalah orang-orang di dekat saya seperti adik saya yang belum kelar skripsinya, sahabat yang nitip doa enteng jodoh, semua deh berkelebat.

tapi blas nggak kepikiran tentang Indonesia. Mungkin terlalu gedhe ya konsep yang bernama “Indonesia” itu. Dari dialektika yang saya alami di maiyah ini jawaban permasalahan Indonesia itu kembali pada lingkup terkecil dari masyarakat: individu dan keluarga. Kalo’ kita pribadi bersama keluarga berusaha jadi orang baik dan menghindarkan diri dari orang jahat, trus keluarga kecil kita harmonis … rasanya pelan-pelan Indonesia bakalan ikut baik. Hmmm … kayakna ada ayat-nya ya? Ar-Ruum? Kuu anfusakum wa ahlikum naara? Jagalah diri dan keluargamu dari kesengsaraan dunia akhirat … .

Trus entah kenapa sekelebat juga saya kepikiran soal Energi Spiritual. Semacam Yoh Asakura begitulah … trus bayangannya macam game yang ada Mana Power atau HP-nya gitu. Rasanya pas berasa dekat dengan Kanjeng Nabi dan Gusti Allah tu energi-nya jadi penuh. Bayangkan aja, disiram hujan kira-kira 6 jam juga nggak pilek nggak masuk angin. Energi spiritual itu melampaui rasio dan fisika. Sepertinya energi spiritual yang penuh inilah yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah-masalah duniawi macam tugas akhir mata kuliah dan tesis (lho? agak kebangetan ya simplifikasinya …)

Akhirnya habis laporan, saya cuma minta satu hal sama Kanjeng Nabi, saya minta dipasoki energi spiritual supaya bisa penuh terus … .

Amin.

Bookmark and Share

No responses yet

Mar 22 2009

Mau Nulis Nggak Jadi

Published by arkhadi under Uncategorized

Sebenernya mau nulis … tapi nggak jadi. Keburu ke kampus …

(nggak penting)

Bookmark and Share

No responses yet

Mar 16 2009

Lima Ke-

Published by arkhadi under Uncategorized

Ada lima ke- yang sering aku ucapin akhir-akhir ini …

1. Kejedot

2. Kepleset

3. Kejepit

4. Kesrimpet

5. Kesandung

Contohnya begini: “Nana … hati-hati nak jalannya, ntar ke-…” atau “Awas jangan mainan pintu Na, ntar kejepit tangannya … ”

Duhhh … Nana, bapakmu ini suka sport jantung apalagi sekarang kamu udah bisa inthak-inthik kemana-mana … .*

*.gara2 fb jd jarang nulis blog …

Bookmark and Share

No responses yet

Feb 27 2009

McGyver dan The A-Team

Published by arkhadi under Uncategorized

Tau kan dua judul acara tipi di atas? yup. emang tu acara udah jadul banget. Aku dulu sering nonton dua acara ini pas SD. Trus kalo’ nggak salah pas aku awal-awal jadi mahasiswa diputer ulang, tapi udah tampak oldies banget dibanding acara-acara lain.

Waktu nonton lagi, emang feel-nya nggak kayak pas pertama kali nonton dulu.

Tapi suer. Dua film itu mbekas banget di aku. Pas SD dulu aku sampe pengen bisa jadi kayak mereka, maklumlah tipikal anak SD yang masih suka imitasi tokoh yang mereka sukai.

Nah, herannya apa yang aku lakukan di hiddenleaf sekarang mirip-mirip lah sama McGyver atau The A-Team: building something amazing from household stuffs.

Waktu SD dulu emang belum cukup ilmunya buat bikin-bikin gitu. Sekarang waktu udah cukup ilmunya, keluar deh semua yang aku pengenin. Apakah itu dorongan bawah sadar ya?

Bookmark and Share

No responses yet

Feb 16 2009

Akar (1)

Published by arkhadi under Uncategorized

Membaca blog desi, jadi pengen juga berbagi tentang pencarian “akar” dalam diri saya.

Pencarian ini kira-kira saya lakukan ketika berada dalam posisi yang sangat tidak mengenakkan: tahun keempat kuliah S-1 yang saya tempuh tujuh tahun. Pasca KKN yang membawa saya ke sebuah desa di kaki pegunungan Menoreh tidak jauh dari Candi Borobudur, saya terbawa suasana desa yang kental dari Candirejo. Waktu itu saya mulai berpikir untuk mencari sedikit mengenai asal-usul saya.

Karena saya cuma dua bersaudara dengan kakak perempuan saya, saya memutuskan untuk menelusur jalur keturunan laki-laki, kromosom Y, yang saya miliki. Kakek saya dari Ayah, meninggal ketika Ayah saya kelas V SD. Kakek saya juga dua bersaudara. Sedang Kakek buyut saya adalah anak tunggal dan mBah Canggah saya konon kabarnya mengembara ke Jawa Timur meninggalkan anak dan istrinya. Dan terputuslah pencarian atas kromosom Y saya.

Temuan yang menurut saya menarik dari penelusuran saya adalah bahwa profesi dari jalur ayah saya cukup beragam. mBah Canggah bisa dibilang pengembara. Kakek Buyut saya seorang Demang atau pejabat pemerintah. Eyang Diro, kakek saya seorang guru. Dan Ayah saya adalah manifestasi dari ketiga kakek yang saya tahu: seorang pengembara yang meninggalkan anaknya selama 2 tahun pertama dalam hidup saya untuk sekolah di Amerika,  seorang dosen, dan juga seorang pejabat pemerintah (pernah jadi sekretaris direktorat pendidikan tinggi di Jakarta selama 4 tahun).

Muara dari pencarian ini, pada waktu itu, adalah untuk menemukan apa yang seharusnya saya lakukan berdasarkan garis keturunan alias “legacy”. Salah satu kesimpulan yang saya dapat adalah: saya nggak mbakat dagang. Ndak ada sejarahnya … .

Walaupun menurut pendapat Aquinas manusia dilahirkan dengan kehendak bebas dan kebebasan memilih takdirnya sendiri, saya merasa lebih enak untuk memilih jalan hidup saya dengan peta yang sudah saya miliki di dalam rangkaian rantai A-C-G-T DNA saya.

Pilihan yang saya punya ada tiga: (1) pengembara (2) pejabat pemerintah (3) guru.

Menoleh ke jalur Ibu yang saya kurang pahami silsilahnya, sepertinya pilihan nomor tiga lebih berat dari pilihan yang lain menimbang Eyang Sis, kakek saya dari jalur Ibu adalah seorang pengawas sekolah –sekaligus seniman tari– yang berprestasi pada jamannya.

Dulu ketika masih mahasiswa S-1 tingkat pertama, saya sering merasa terpanggil untuk menemani anak-anak TPA di Masjid bukan untuk mengajari mengaji tapi mengajari mereka Fisika. Dulu juga sering saya diminta untuk menemani beberapa anak SMA 3 yang sudah kelas tiga untuk persiapan masuk perguruan tinggi. Sepertinya, ketrampilan mengajar sudah jadi “gawan bayi” yang mengalir dalam diri saya. Saya menyebutnya sebagai “Call Of Destiny” yang ketika saya bikin robot bareng temen-temen EA-2 panggilan takdir itu melemah dan saya mulai bermain elektronika. Namun kemudian saya sadar bahwa saya nggak punya ketrampilan elektronika. Beberapa orang bilang ketrampilan itu masalah pembiasaan. Tapi untuk saya sepertinya itu tidak berlaku. Saya menghabiskan 1.5 tahun untuk sadar bahwa saya nggak bisa nyolder.

So … pada waktu itu, saya memutuskan untuk bergerak di bidang pendidikan. Hasilnya adalah The Hiddenleaf Shinobies, sebuah kapal yang mengantarkan saya pada titik ini sebagai mahasiswa pascasarjana teknologi pembelajaran UNY, guru ekstrakurikuler KIR di SMA 3 Jogja dan pengembang eksperimen sederhana untuk pendidikan sains SD.

Bookmark and Share

No responses yet

Next »